Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geografi. Tampilkan semua postingan

Kebutuhan Air untuk Produksi Energi Melonjak, Ancaman Kelangkaan Mengintai

Kamis, 14 Februari 2013




Tahun 2025, dua pertiga dari total penduduk dunia akan hidup dalam kondisi kekurangan air.
air,kekeringan,kemarau(Thinkstock)

Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) memproyeksikan, jumlah air yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi akan mengalami kenaikan berlipat ganda pada tahun 2035.

Lonjakan disebabkan sistem pembangkit energi yang ada sekarang ini membutuhkan sejumlah besar air. Sandra Postel, direktur dari Global Water Policy Project, mengatakan, "Energi erat kaitannya dengan air. Dibutuhkan sejumlah besar energi untuk menghasilkan air, dan dibutuhkan sejumlah besar suplai air untuk menghasilkan energi."

Saat ini terhitung volume air yang dikonsumsi bagi energi dunia adalah 66 miliar meter kubik. Jika kebijakan tidak berubah, dalam jangka waktu 25 tahun angka tersebut dapat meningkat sampai 135 miliar meter kubik atau dua kali lipatnya.

Menurut perkiraan IEA, sejauh ini yang menjadi ketegangan terbesar terhadap masa depan sumber daya air bagi sistem energi yaitu karena dua lingkup, produksi energi listrik batu bara yang makin membubung, serta maraknya industri bahan bakar nabati—terancam "menguras" air.

IEA juga mencatat bahwa produsen daya batu bara dapat mengurangi konsumsi air dengan menggunakan sistem dry cooling yang akan meminimalkan kebutuhan air. Tambah lagi, akan menghasilkan energi yang lebih efisien. Namun, pembangkit semacam itu bisa makan biaya 3-4 kali lipat lebih besar daripada sistem pembangkit wet cooling.

Meski pun tidak semua pihak menyatakan setuju dengan proyeksi IEA ini, tetapi tak bisa dimungkiri lagi peringatan mengenai isu ini telah menjadi perhatian jelang beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan peneliti. PBB memberikan proyeksi, bahwa bila ini terjadi, di tahun 2025 hingga 1,8 miliar penduduk dunia akan mengalami kelangkaan air yang parah, sementara dua pertiga dari total penduduk dunia akan hidup dalam kondisi kekurangan air.

Para ahli mengungkap kekhawatiran. Pasalnya, peningkatan kebutuhan air untuk bahan bakar tersebut dapat juga menghabiskan persediaan air untuk pertanian tanaman pangan.

"Sudah saatnya para pembuat kebijakan bertindak. Mencari solusi energi alternatif, dan secara bersamaan mencoba berbagai cara menghemat energi, sebelum menghadapi krisis air di masa depan," ujar Postel.
(Gloria Samantha. National Geographic News)

Sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/02/kebutuhan-air-untuk-produksi-energi-melonjak-ancaman-kelangkaan-mengintai

fakta unik tentang bumi

Minggu, 10 Februari 2013


20. Ukuran

Rumah kita ini memiliki ukuran 'pinggang' yang cukup lebar. Jika mengukur garis khatulistiwa, Bumi memiliki diameter 24.901 mil atau 40.075 kilometer.

19. Selalu bergerak

Anda merasa sedang berdiri dan tak bergerak. Tapi, sebenarnya manusia ikut bergerak cepat mengikuti rotasi bumi. Kecepatannya, tergantung anda berada di mana. Orang yang tinggal di garis khatulistiwa bisa bergerak paling cepat, bisa lebih dari 1.000 mil atau 1.600 kilometer per jam!

Orang yang tinggal di kutub tak bergerak. Bayangkan jika anda memutar bola basket di ujung jari anda. Titik bola yang ada di ujung jari anda hanya berputar di jari anda saja.

Tak hanya bergerak di porosnya, bumi juga mengitari matahari. Kecepatannya pun lumayan: 107.826 km per jam.

18. Tua

Ilmuwan memperkirakan usia bumi dengan menghitung umur batu tertua di planet ini dan meteorit yang ditemukan di bumi. Meteorit dan bumi terbentuk di waktu yang sama, saat sistem tata surya terbentuk. Hasilnya: bumi berusia 4,54 miliar tahun. Batu tertua yang diketahui bernama Nuvvuagittuq Belt di pesisir Teluk Hudson, Kanada. Usia bebatuan ini berumur sekitar 4,28 miliar.

17. Gempa bulan

Bulan sebagai satelit bumi juga dilanda gempa. Meski gempa di bulan lebih jarang dibanding gempa di bumi. Menurut ahli, gempa di bulan berkaitan dengan pasang surut jarak bumi dan bulan. Gempa di bulan juga biasanya terjadi di kedalaman, tengah-tengah permukaan dan pusat bulan.

16. Gempa terkuat

Sepanjang sejarah manusia, gempa terkuat yang pernah tercatat adalah 9,5 SR yang terjadi Chile pada 22 Mei 1960, menurut US Geological Survey (USGS).

15. Terpanas

Tempat terpanas di muka bumi ada di El Azizia, Libya. NASA Earth Observatory mencatat, daerah ini pernah dilanda suhu hingga 57,8 derajat Celcius pada 13 September 1922.

14. Terdingin

Mungkin anda berpikir jika 'penghargaan' tempat terdingin di bumi jatuh kepada Antartika yang memang terkenal sangat dingin hingga suhu bisa mencapai minus 73 derajat C. Tapi, suhu lebih rendah pernah tercatat di Vostok Station, Rusia. Pada 21 Juli 1983 suhu di tempat ini mencapai minus 89,2 derajat C.

13. Punya dua bulan

Bumi mungkin pernah punya dua bulan. Satu bulan kecil berdiameter sekitar 1.200 km pernah mengitari bumi sebelum bertumbukan dengan bulan yang kita ketahui saat ini. Bentrokan ini bisa menjelaskan dua sisi wajah bulan kita yang berbeda.
12. Batu berjalan
Bebatuan bisa berjalan di bumi, setidaknya mereka bisa berjalan di Racetrack Playa,  Death Valley. Di sini, badai bisa memindahkan bebatuan yang kadang beratnya bisa puluhan hingga ratusan pound, Menurut peneliti Badan Antariksa AS (NASA).

11. Danau Meledak

Di Kamerun dan perbatasan Rwanda dan Republik Demokratik Kongo ada tiga danau mematikan: Nyos, Monoun dan Kivu. Ketiganya adalah danau kawah yang duduk di atas bumi vulkanik. Magma di bawah permukaan melepaskan karbondioksida ke danau. Karbondioksida ini bisa dilepas ke udara dalam bentuk ledakan. Siapapun yang lewat bisa lemas karena sesak napas dan kekurangan oksigen.

10. Ungu

Dulu, bumi berwarna ungu, bukan hijau seperti sekarang ini. Dugaan ini disampaikan ahli genetika mikroba asal University of Maryland, Shil DasSarma. Mikroba purba, kata dia, menggunakan molekul ketimbang klorofil untuk mengikat dan memanfaatkan sinar matahari. Proses ini memberikan rona ungu pada organisme tersebut.
DasSarma menduga klorofil baru muncul setelah molekul yang sensitif cahaya yang disebut retina muncul di awal kehidupan bumi.

9. Laut

Mayoritas wilayah bumi ditutupi lautan, yakni sekitar 70 persen. Hingga kini, manusia baru mengekslorasi 5 persen saja. Artinya, manusia belum pernah melihat 95 persen isi lautan lainnya.

8. Emas

Lautan kita pun mengandung 20 juta ton emas. Tapi, logam mulia ini sangat encer. Dalam setiap liter air laut terkandung sepersekian miliar gram emas. Logam incaran manusia ini juga larut dalam bebatuan di dasar laut dan sejauh ini belum ada cara yang efisien untuk mendapatkan emas murni dari lautan ini.

7. Debu Kosmik

Bumi selalu ditaburi debu dari langit. Setiap hari sekitar 100 ton bahan antarplanet --kebanyakan dalam bentuk debu-- melayang turun ke permukaan bumi. Partikel terkecil dilepaskan oleh komet saat es mereka menguap ketika mendekati matahari.

6. Letusan mahadahsyat

Letusan gunung berapi paling besar dan tercatat manusia adalah letusan Gunung Tambora, Indonesia. Pada April 1815, gunung di Pulau Sumbawa, NTB ini meletus dengan ranking super kolosal, 7, dalam skala Volcanic Explosivity Index (VEI) dari 1 sampai 8.
   
Ledakan ini disebut sangat keras hingga terdengar sampai Pulau Sumatera yang berjarak 1.930 km. Korban tewas dalam bencana alam ini mencapai 71.000 orang. Letusan ini juga memuntahkan debu tebal hingga jauh dari pulau Sumbawa.

5. Kota terpada

Anda tidak suka dengan orang banyak? Menjauhlah dari Manila. Kota di Filipina ini menjadi kota dengan tingkat kepadatan tertinggi di muka bumi. Pada sensus 2007, 1.660.714 orang tinggal di 38,55 kilometer persegi.

4. Paling kering

Tempat paling kering di muka bumi adalah Gurun Atacama di Chile dan Peru. Di pusat gurun ini, ada beberapa tempat yang tidak pernah disinggahi hujan.

3. 'Bumi' lain

Para ahli yakin ada planet lain yang serupa dengan bumi, memiliki kehidupan di dalamnya. Peneliti antariksa menemukan sejumlah bukti keberadaan planet 'bumi' lain yang mengorbit pada bintang yang sangat jauh dari tata surya kita.

Salah satu planet yang diduga mirip bumi adalah Kepler 22-b yang memiliki zona habitat seperti bumi.

2. Langit di mana cahaya menari

Beberapa penduduk bumi, khususnya di dekat kutub, memiliki kesempatan menikmati cahaya aurora. Cahaya ini makin sering nampak saat matahari memasuki siklus 11 tahunan yang kerap disebut sebagai badai matahari. Cahaya Selatan atau Aurora Australis lebih jarang terlihat dibanding Aurora Borealis, Cahaya Utara.

1. Gravitasi aneh

Karena dunia kita bukan bola yang sempurna, massanya didistribusikan tidak merata. Dan masa tidak merata berarti gravitasi yang tidak merata juga. Satu anomali gravitasi misterius adalah di Teluk Hudson dari Kanada. Daerah ini memiliki gravitasi lebih rendah dari wilayah lain.

Hidrosfer

Kamis, 24 Januari 2013

PENGERTIAN HIDROSFER
Hidrosfer berasal hydros yang berarti air, dan dari kata spheira yang berarti bulatan atau bola. Jadi arti hidrosfer adalah bola atau bulatan air yang menyelubungi bumi.
Hamper tiga per empat bumi ditutupi oleh air dengan jumlah yang tetap dan hanya mengalami perubahan bentuk. Hal ini terjadi karena air mengalami siklus yang disebut daur idrologi atau water cycle.
Bentangan air yang terdapat di daratan dipelajari dalam ilmu hidrologi. Bentangan air yang terdapat di lautan ddipelajari dalam ilmu oceanografi. Bentangan air yang terdapat di atmosfer, yang mempengaruhi iklim dan cuaca, dipelajari dalam ilmu meteorology dan klimatologi.
SIKLUS AIR

            Siklus air (daur hidrologi) meliputi gerakan air mulat dari laut ke atmosfer, atmosfer ke tanah dan dari tanah kembali lagi ke laut. Air naik ke udara dari permukaan laut dan darratan melalui penguapan. Penguapan terjadi karena penyinaran matahari. Matahari memancarkan energi panas ke seluruh bumi akibatnya terrjadilah penguapan dari laut, sungai, danau, rawa, dan wilayah perairan lainnya. Uap air yang terbentuk bergerak naik ke udara. Semakin tinggi uap air bergerak , suhu udara semakin rendah. Di daerah yang bersuhu rendah tersebut, uap air itu mengalami kondensasi. Di daerah yang sangat tinggi, uap air tersebut membeku menjadi salju yang disebut proses sublimasi. Oleh sebab itu, air di permukaan bumi terdiri dari tiga macam yaitu, cair, gas dan padat.
Terdapat 3 macam siklus air:
  1. siklus pendek (siklus kecil)
  2. siklus sedang ( siklus menengah)
  3. siklus panjang (siklus besar)
Terjadinya siklus air disebabkan oleh proses-proses sebagai  berikut:
  1. evaporasi
  2. transporasi
  3. evapotranspirasi
  4. kondensasi
  5. sublimasi
  6. adveksi
  7. infiltrasi
  8. konveksi
  9. persipitasi
  10. run-off
  11. intersepsi
  12. surface detention
PERAIRAN DARAT
            Perairan darat adalah sejumlah air yang terdapat di daratan baik yang mengalir maupun yang tergenang dan juga yang terdapat di permukaan bumi. Yang termasuk perairan darat adalah sungai, air tanah, danau dan rawa.
SUNGAI
            Sungai adalah bagian muka bumi yang lebih rendah berupa alur, terbentuk secara alami sebagai tempat air mengalir.
1.      sungai berdasarkan asal airnya
a.       Sungai hujan adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau mata air.
b.      Sungai gletser adalah aliran sungai yang alirannya berasal dari cairan gletser atau es.
c.       Sungai campuran adalah sungai yang airnya berasal dari cairan gletser dan air hujan
2. sungai berdasarkan keadaan airnya
a. Sungai permanen adalah sungai yang setiap tahun debit airnya tetap.
b. Sungai periodic adalah sungai yang airnya tidak tetap sepanjang tahun.
c. Sungai intermitten yaitu sungai yang ada airnya apabila ada air hujan saja
3.sungai berdasarkan genetiknya atau arah alirannya
a. sungai konsekwen
b. sungai subsekwen
c. sungai obsekwen
d. sungai resekwen
e. sungai insekwen
4. sungai berdasarkan pola alirannya
a. pola radial sentripetal
b. pola radial sentrifugal
c. pola dendritik
d. pola trellis
e. pola rectangular
f. pola pinnate
g. pola annular
5. sungai berdasarkan type/struktur geologi
a. sungai antesiden
b. sungai epigenesa
c. sungai superposed
AIR TANAH
            Air tanah adalah air yang terdapat dalam pori-pori tanah atau terdapat dalam celah-celah batuan. air tanah terbentuk dari air hujan. Pada saat turun hujan, sebagian titik-titik air hujan meresap ke dalam tanah (infiltrasi). Air hujan yang masuk itu menjadi cadangan air tanah.
Besar kecilnya daya serap tanah terhadap air hujan tergantung pada:
  1. tingkat kelembapan tanah
  2. tingkat porositas batuan
  3. tingkat kemiringan lereng
Air tanah dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu:
  1. berdasarkan letaknya
  2. berdasarkan asal airnya
1. berdasarkan letaknya dapat dibagi menjadi 2:
a. air tanah permukaan (freatik), yaitu air tanah yang terdapat di atas lapisan yang tidak
    tembus air.
b. air tanah dalam, yaitu air tanah yang terdapat pada lapisan poreus diantara 2   lapisan
    yang tidak tembus(kedap air)
2. berdasarkan asal airnya dapat dibagi menjadi 2:
a. yang berasal dari atmosfer disebut meteoric water, yaitu berasaldari hujan dan salju
b. air tanah yang berasal dari dalam bumi.
DANAU
            Danau adalah suatu cekungan ataui daerah ledok yang dalam dan terdapat di daratan yang luas di mana cekungan tersebut menjadi tempat berkumpulnya air. Airnya di dapat dari air hujan, mata air dan air sungai. Danau menurut terjadinya terbagi atas:
  1. danau tektonik
  2. danau vulkanik
  3. danau vulkano-tektonik
  4. danau karst
  5. danau glacial
  6. danau bendungan
RAWA
            Rawa ialah daerah daratan yang rendah yang tergenang air karena pelepasan airnya tempat lain atau ke laut tidak lancer.
Rawa dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
  1. rawa yang tergenang air, yaitu air dan permukaan tanah sama tingginya, sehingga airnya asam sekali, tidak dapat diminum dan tidak baik untuk tanaman.
  2. rawa yang mengalami pergantian air.

ANGIN

Selasa, 03 Mei 2011
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.
Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.
Faktor terjadinya angin
Faktor terjadinya angin, yaitu:


Anemometer, alat pengukur kecepatan angin
Gradien barometris
Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.
Letak tempat
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.
Tinggi tempat
Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.
Waktu
Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari
Jenis-jenis angin
Angin laut
Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut.
Angin darat
Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana.
Angin lembah
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung yang biasa terjadi pada siang hari.
Angin gunung
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung yang terjadi pada malam hari.
Angin Fohn
Angin Fohn/angin jatuh adalah angin yang terjadi seusai hujan Orografis. angin yang bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin Fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari 200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan Orografis.
Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin ini bisa mati dan manusia yang terkena angin ini bisa turun daya tahan tubuhnya terhada serangan penyakit.[rujukan?]
Angin Munsoon
Angin Munsoon, Moonsun, muson adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah. Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan.
Musim penghujan meliputi seluruh wilayah indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata. makin ke timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit.
Pada bulan April-Oktober, matahari berada di belahan langit utara, sehingga benua asi lebih panas daripada benua australia. Akibatnya, di asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari australia menuju asi. Di indonesia terjadi angin musim timur di belahan bumi selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi utara. Oleh kerena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya di indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat sumatera, sulawesi tenggara, dan pantai selatan irian jaya. Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut musim pancaroba (peralihan), yaitu : Musim kemareng yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan musim labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Adapun ciri-ciri musim pancaroba yaitu: Udara terasa panas, arah angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu singkat dan lebat. Angin Munson dibagi menjadi 2, yaitu Munson Barat atau dikenal dengan Angin Musim Barat dan Munson Timur atau dikenal dengan Angin Musim Timur
Angin Musim Barat
Angin Musim Barat/Angin Muson Barat adalah angin yang mengalir dari Benua Asia (musim dingin) ke Benua Australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian Barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan.
Angin ini terjadi pada bulan Desember, januari dan Februari, dan maksimal pada bulan Januari dengan kecepatan minimum 3 m/s.
Angin Musim Timur
Angin Musim Timur/Angin Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau. Terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus, dan maksimal pada bulan Juli.

Tektonika lempeng

Sabtu, 19 Februari 2011
Lempeng-lempeng tektonik di bumi barulah dipetakan pada paruh kedua abad ke-20.
Teori Tektonika Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a. [1]
Perkembangan Teori


Peta dengan detail yang menunjukkan lempeng-lempeng tektonik dan arah vektor gerakannya
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, geolog berasumsi bahwa kenampakan-kenampakan utama bumi berkedudukan tetap. Kebanyakan kenampakan geologis seperti pegunungan bisa dijelaskan dengan pergerakan vertikal kerak seperti dijelaskan dalam teori geosinklin. Sejak tahun 1596, telah diamati bahwa pantai Samudera Atlantik yang berhadap-hadapan antara benua Afrika dan Eropa dengan Amerika Utara dan Amerika Selatan memiliki kemiripan bentuk dan nampaknya pernah menjadi satu. Ketepatan ini akan semakin jelas jika kita melihat tepi-tepi dari paparan benua di sana.[2] Sejak saat itu banyak teori telah dikemukakan untuk menjelaskan hal ini, tetapi semuanya menemui jalan buntu karena asumsi bahwa bumi adalah sepenuhnya padat menyulitkan penemuan penjelasan yang sesuai.[3]
Penemuan radium dan sifat-sifat pemanasnya pada tahun 1896 mendorong pengkajian ulang umur bumi,[4]karena sebelumnya perkiraan didapatkan dari laju pendinginannya dan dengan asumsi permukaan bumi beradiasi seperti benda hitam.[5] Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa bahkan jika pada awalnya bumi adalah sebuah benda yang merah-pijar, suhu Bumi akan menurun menjadi seperti sekarang dalam beberapa puluh juta tahun. Dengan adanya sumber panas yang baru ditemukan ini maka para ilmuwan menganggap masuk akal bahwa Bumi sebenarnya jauh lebih tua dan intinya masih cukup panas untuk berada dalam keadaan cair.
Teori Tektonik Lempeng berasal dari Hipotesis Pergeseran Benua (continental drift) yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912.[6] dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti 'bongkahan es' dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih padat.[7][8] Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak-gerak. Di kemudian hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya.[9][10][3]
Bukti pertama bahwa lempeng-lempeng itu memang mengalami pergerakan didapatkan dari penemuan perbedaan arah medan magnet dalam batuan-batuan yang berbeda usianya. Penemuan ini dinyatakan pertama kali pada sebuah simposium di Tasmania tahun 1956. Mula-mula, penemuan ini dimasukkan ke dalam teori ekspansi bumi [11], namun selanjutnya justeru lebih mengarah ke pengembangan teori tektonik lempeng yang menjelaskan pemekaran (spreading) sebagai konsekuensi pergerakan vertikal (upwelling) batuan, tetapi menghindarkan keharusan adanya bumi yang ukurannya terus membesar atau berekspansi (expanding earth) dengan memasukkan zona subduksi/hunjaman (subduction zone), dan sesar translasi (translation fault). Pada waktu itulah teori tektonik lempeng berubah dari sebuah teori yang radikal menjadi teori yang umum dipakai dan kemudian diterima secara luas di kalangan ilmuwan. Penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara seafloor spreading dan balikan medan magnet bumi (geomagnetic reversal) oleh geolog Harry Hammond Hess dan oseanograf Ron G. Mason[12][13][14][15]menunjukkan dengan tepat mekanisme yang menjelaskan pergerakan vertikal batuan yang baru
Seiring dengan diterimanya anomali magnetik bumi yang ditunjukkan dengan lajur-lajur sejajar yang simetris dengan magnetisasi yang sama di dasar laut pada kedua sisi mid-oceanic ridge, tektonik lempeng menjadi diterima secara luas. Kemajuan pesat dalam teknik pencitraan seismik mula-mula di dalam dan sekitar zona Wadati-Benioff dan beragam observasi geologis lainnya tak lama kemudian mengukuhkan tektonik lempeng sebagai teori yang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam segi penjelasan dan prediksi.
Penelitian tentang dasar laut dalam, sebuah cabang geologi kelautan yang berkembang pesat pada tahun 1960-an memegang peranan penting dalam pengembangan teori ini. Sejalan dengan itu, teori tektonik lempeng juga dikembangkan pada akhir 1960-an dan telah diterima secara cukup universal di semua disiplin ilmu, sekaligus juga membaharui dunia ilmu bumi dengan memberi penjelasan bagi berbagai macam fenomena geologis dan juga implikasinya di dalam bidang lain seperti paleogeografi dan paleobiologi
Prinsip-prinsip Utama
Bagian luar interior bumi dibagi menjadi litosfer dan astenosfer berdasarkan perbedaan mekanis dan cara terjadinya perpindahan panas. Litosfer lebih dingin dan kaku, sedangkan astenosfer lebih panas dan secara mekanik lemah. Selain itu, litosfer kehilangan panasnya melalui proses konduksi, sedangkan astenosfer juga memindahkan panas melalui konveksi dan memiliki gradien suhu yang hampir adiabatik. Pembagian ini sangat berbeda dengan pembagian bumi secara kimia menjadi inti, mantel, dan kerak. Litosfer sendiri mencakup kerak dan juga sebagian dari mantel. Suatu bagian mantel bisa saja menjadi bagian dari litosfer atau astenosfer pada waktu yang berbeda, tergantung dari suhu, tekanan, dan kekuatan gesernya. Prinsip kunci tektonik lempeng adalah bahwa litosfer terpisah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang berbeda-beda. Lempeng ini bergerak menumpang di atas astenosfer yang mempunyai viskoelastisitas sehingga bersifat seperti fluida. Pergerakan lempeng biasanya bisa mencapai 10-40 mm/a (secepat pertumbuhan kuku jari) seperti di Mid-Atlantic Ridge, ataupun mencapai 160 mm/a (secepat pertumbuhan rambut) seperti di Lempeng Nazca.[16][17] Lempeng-lempeng ini tebalnya sekitar 100 km dan terdiri atas mantel litosferik yang di atasnya dilapisi dengan hamparan salah satu dari dua jenis material kerak. Yang pertama adalah kerak samudera atau yang sering disebut dengan "sima", gabungan dari silikon dan magnesium. Jenis yang kedua yaitu kerak benua yang sering disebut "sial", gabungan dari silikon dan aluminium. Kedua jenis kerak ini berbeda dari segi ketebalan di mana kerak benua memiliki ketebalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak samudera. Ketebalan kerak benua mencapai 30-50 km sedangkan kerak samudera hanya 5-10 km.
Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary), yaitu daerah di mana aktivitas geologis umumnya terjadi seperti gempa bumi dan pembentukan kenampakan topografis seperti gunung, gunung berapi, dan palung samudera. Kebanyakan gunung berapi yang aktif di dunia berada di atas batas lempeng, seperti Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) di Lempeng Pasifik yang paling aktif dan dikenal luas.
Lempeng tektonik bisa merupakan kerak benua atau samudera, tetapi biasanya satu lempeng terdiri atas keduanya. Misalnya, Lempeng Afrika mencakup benua itu sendiri dan sebagian dasar Samudera Atlantik dan Hindia. Perbedaan antara kerak benua dan samudera ialah berdasarkan kepadatan material pembentuknya. Kerak samudera lebih padat daripada kerak benua dikarenakan perbedaan perbandingan jumlah berbagai elemen, khususnya silikon. Kerak samudera lebih padat karena komposisinya yang mengandung lebih sedikit silikon dan lebih banyak materi yang berat. Dalam hal ini, kerak samudera dikatakan lebih bersifat mafik ketimbang felsik.[18] Maka, kerak samudera umumnya berada di bawah permukaan laut seperti sebagian besar Lempeng Pasifik, sedangkan kerak benua timbul ke atas permukaan laut, mengikuti sebuah prinsip yang dikenal dengan isostasi.
Jenis-jenis Batas Lempeng


Tiga jenis batas lempeng (plate boundary).
Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:
1. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.
2. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen
3. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain, atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese island arc).
Kekuatan Penggerak Pergerakan Lempeng
Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi karena kepadatan relatif litosfer samudera dan karakter astenosfer yang relatif lemah. Pelepasan panas dari mantel telah didapati sebagai sumber asli dari energi yang menggerakkan tektonik lempeng. Pandangan yang disetujui sekarang, meskipun masih cukup diperdebatkan, adalah bahwa kelebihan kepadatan litosfer samudera yang membuatnya menyusup ke bawah di zona subduksi adalah sumber terkuat pergerakan lempeng. Pada waktu pembentukannya di mid ocean ridge, litosfer samudera pada mulanya memiliki kepadatan yang lebih rendah dari astenosfer di sekitarnya, tetapi kepadatan ini meningkat seiring dengan penuaan karena terjadinya pendinginan dan penebalan. Besarnya kepadatan litosfer yang lama relatif terhadap astenosfer di bawahnya memungkinkan terjadinya penyusupan ke mantel yang dalam di zona subduksi sehingga menjadi sumber sebagian besar kekuatan penggerak pergerakan lempeng. Kelemahan astenosfer memungkinkan lempeng untuk bergerak secara mudah menuju ke arah zona subduksi [19] Meskipun subduksi dipercaya sebagai kekuatan terkuat penggerak pergerakan lempeng, masih ada gaya penggerak lain yang dibuktikan dengan adanya lempeng seperti lempeng Amerika Utara, juga lempeng Eurasia yang bergerak tetapi tidak mengalami subduksi di manapun. Sumber penggerak ini masih menjadi topik penelitian intensif dan diskusi di kalangan ilmuwan ilmu bumi. Pencitraan dua dan tiga dimensi interior bumi (tomografi seismik) menunjukkan adanya distribusi kepadatan yang heterogen secara lateral di seluruh mantel. Variasi dalam kepadatan ini bisa bersifat material (dari kimia batuan), mineral (dari variasi struktur mineral), atau termal (melalui ekspansi dan kontraksi termal dari energi panas). Manifestasi dari keheterogenan kepadatan secara lateral adalah konveksi mantel dari gaya apung (buoyancy forces) [20] Bagaimana konveksi mantel berhubungan secara langsung dan tidak dengan pergerakan planet masih menjadi bidang yang sedang dipelajari dan dibincangkan dalam geodinamika. Dengan satu atau lain cara, energi ini harus dipindahkan ke litosfer supaya lempeng tektonik bisa bergerak. Ada dua jenis gaya yang utama dalam pengaruhnya ke pergerakan planet, yaitu friksi dan gravitasi.
Gaya Gesek
Basal drag
Arus konveksi berskala besar di mantel atas disalurkan melalui astenosfer, sehingga pergerakan didorong oleh gesekan antara astenosfer dan litosfer.
Slab suction
Arus konveksi lokal memberikan tarikan ke bawah pada lempeng di zona subduksi di palung samudera. Penyerotan lempengan (slab suction) ini bisa terjadi dalam kondisi geodinamik di mana tarikan basal terus bekerja pada lempeng ini pada saat ia masuk ke dalam mantel, meskipun sebetulnya tarikan lebih banyak bekerja pada kedua sisi lempengan, atas dan bawah
Gravitasi
Runtuhan gravitasi: Pergerakan lempeng terjadi karena lebih tingginya lempeng di oceanic ridge. Litosfer samudera yang dingin menjadi lebih padat daripada mantel panas yang merupakan sumbernya, maka dengan ketebalan yang semakin meningkat lempeng ini tenggelam ke dalam mantel untuk mengkompensasikan beratnya, menghasilkan sedikit inklinasi lateral proporsional dengan jarak dari sumbu ini. :Dalam teks-teks geologi pada pendidikan dasar, proses ini sering disebut sebagai sebuah doronga. Namun, sebenarnya sebutan yang lebih tepat adalah runtuhan karena topografi sebuah lempeng bisa jadi sangat berbeda-beda dan topografi pematang (ridge) yang melakukan pemekaran hanyalah fitur yang paling dominan. Sebagai contoh, pembengkakan litosfer sebelum ia turun ke bawah lempeng yang bersebelahan menghasilkan kenampakan yang bisa mempengaruhi topografi. Lalu, mantel plume yang menekan sisi bawah lempeng tektonik bisa juga mengubah topografi dasar samudera.
Slab-pull (tarikan lempengan)
Pergerakan lempeng sebagian disebabkan juga oleh berat lempeng yang dingin dan padat yang turun ke mantel di palung samudera.[21] Ada bukti yang cukup banyak bahwa konveksi juga terjadi di mantel dengan skala cukup besar. Pergerakan ke atas materi di mid-oceanic ridge mungkin sekali adalah bagian dari konveksi ini. Beberapa model awal Tektonik Lempeng menggambarkan bahwa lempeng-lempeng ini menumpang di atas sel-sel seperti ban berjalan. Namun, kebanyakan ilmuwan sekarang percaya bahwa astenosfer tidaklah cukup kuat untuk secara langsung menyebabkan pergerakan oleh gesekan gaya-gaya itu. Slab pull sendiri sangat mungkin menjadi gaya terbesar yang bekerja pada lempeng. Model yang lebih baru juga memberi peranan yang penting pada penyerotan (suction) di palung, tetapi lempeng seperti Lempeng Amerika Utara tidak mengalami subduksi di manapun juga, tetapi juga mengalami pergerakan seperti juga Lempeng Afrika, Eurasia, dan Antarktika. Kekuatan penggerak utama untuk pergerakan lempeng dan sumber energinya itu sendiri masih menjadi bahan riset yang sedang berlangsung
[sunting] Gaya dari luar
Dalam studi yang dipublikasikan pada edisi Januari-Februari 2006 dari buletin Geological Society of America Bulletin, sebuah tim ilmuwan dari Italia dan Amerika Serikat berpendapat bahwa komponen lempeng yang mengarah ke barat berasal dari rotasi Bumi dan gesekan pasang bulan yang mengikutinya. Mereka berkata karena Bumi berputar ke timur di bawah bulan, gravitasi bulan meskipun sangat kecil menarik lapisan permuikaan bumi kembali ke barat. Beberapa juga mengemukakan ide kontroversial bahwa hasil ini mungkin juga menjelaskan mengapa Venus dan Mars tidak memiliki lempeng tektonik, yaitu karena ketiadaan bulan di Venus dan kecilnya ukuran bulan Mars untuk memberi efek seperti pasang di bumi.[22] Pemikiran ini sendiri sebetulnya tidaklah baru. Hal ini sendiri aslinya dikemukakan oleh bapak dari hipotesis ini sendiri, Alfred Wegener, dan kemudian ditentang fisikawan Harold Jeffreys yang menghitung bahwa besarnya gaya gesek oasang yang diperlukan akan dengan cepat membawa rotasi bumi untuk berhenti sejak waktu lama. Banyak lempeng juga bergerak ke utara dan barat, bahkan banyaknya pergerakan ke barat dasar Samudera Pasifik adalah jika dilihat dari sudut pandang pusat pemekaran (spreading) di Samudera Pasifik yang mengarah ke timur. Dikatakan juga bahwa relatif dengan mantel bawah, ada sedikit komponen yang mengarah ke barat pada pergerakan semua lempeng
Signifikansi relatif masing-masing mekanisme


Pergerakan lempeng berdasar pada data satelit GPS NASA JPL. Vektor di sini menunjukkan arah dan magnitudo gerakan.
Vektor yang sebenarnya pada pergerakan sebuah planet harusnya menjadi fungsi semua gaya yang bekerja pada lempeng itu. Namun, masalahnya adalah seberapa besar setiap proses ambil bagian dalam pergerakan setiap lempeng Keragaman kondisi geodinamik dan sifat setiap lempeng seharusnya menghasilkan perbedaan dalam seberapa proses-proses tersebut secara aktif menggerakkan lempeng. satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melihat laju di mana setiap lempeng bergerak dan mempertimbangkan bukti yang ada untuk setiap kekuatan penggerak dari lempeng ini sejauh mungkin. Salah satu hubungan terpenting yang ditemukan adalah bahwa lempeng litosferik yang lengket pada lempeng yang tersubduksi bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng yang tidak. Misalnya, Lempeng Pasifik dikelilingi zona subduksi (Ring of Fire) sehingga bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng di Atlantik yang lengket pada benua yang berdekatan dan bukan lempeng tersubduksi. Maka, gaya yang berhubungkan dengan lempeng yang bergerak ke bawah (slab pull dan slab suction) adalah kekuatan penggerak yang menentukan pergerakan lempeng kecuali untuk lempeng yang tidak disubduksikan. Walau bagaimanapun juga, kekuatan penggerak pergerakan lempeng itu sendiri masih menjadi bahan perdebatan dan riset para ilmuwan
Lempeng-lempeng utama


Peta lempeng-lempeng tektonik
Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:
• Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua
• Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua
• Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua
• Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua
• Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut - Lempeng benua
• Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan - Lempeng benua
• Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik - Lempeng samudera
Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina, dan Lempeng Scotia.
Pergerakan lempeng telah menyebabkan pembentukan dan pemecahan benua seiring berjalannya waktu, termasuk juga pembentukan superkontinen yang mencakup hampir semua atau semua benua. Superkontinen Rodinia diperkirakan terbentuk 1 miliar tahun yang lalu dan mencakup hampir semua atau semua benua di Bumi dan terpecah menjadi delapan benua sekitar 600 juta tahun yang lalu. Delapan benua ini selanjutnya tersusun kembali menjadi superkontinen lain yang disebut Pangaea yang pada akhirnya juga terpecah menjadi Laurasia (yang menjadi Amerika Utara dan Eurasia), dan Gondwana (yang menjadi benua sisanya)

ISTILAH GEOGRAFI

Selasa, 21 Desember 2010

A
Abrasi : Pengikisan tanah atau batuan oleh tenaga angin atau air laut.
Absorbsi : Penyerapan sebagian panas matahari sebelum mencapai bumi oleh lapisan
atmosfer.
Adveksi : Adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas.
Afeksi : Berkenaan dengan perasaan yang menanggapi objek tertentu.
Aglomerasi : 1. Menunjukkan kecenderungan persebaran gejala geografis yang
mengelompok pada suatu tempat.
2. Gabungan, kumpulan dua atau lebih pusat kegiatan; tempat
pengelompokan berbagai macam kegiatan dalam satu lokasi atau kawasan
tertentu, dapat berupa kawasan industri, pemukiman, perdagangan, dan
lain-lain (yang dapat saja tumbuh melewati batas administrasi kawasan
masing-masing, sehingga membentuk wilayah baru yang tidak terencana
secara sempurna); dan
3. Pengelompokan beberapa perusahaan dalam suatu daerah atau wilayah
sehingga membentuk daerah khusus industri.
Agihan : Persebaran suatu objek tertentu.
Air Tanah : Bagian dari presipitasi total yang ada waktu tertentu melewati atau tinggal
dalam tanah atau strafa di bawahnya serta bebas bergerak di bawah pengaru
h grafitasi. (Ground Water).
Aksesibilitas : Menunjukkan kemudahan bergerak dari suatu tempat ke tempat lain dalam
suatu wilayah. Aksesibilitas ini ada kaitannya dengan jarak.
Akomodasi : 1. Persediaan atau penyediaan tempat kediaman dan fasilitas yang
dibutuhkan oleh seseorang atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan;
2. Penyesuaian diri dengan alam; dan
3. Penyelesaian perselisihan.(Accomodation).
Alfisols : Tanah yang cukup mengalami pencucian dengan zona permukaan tanah
yang terdiri dari akumulasi lempung dan >35% base saturation.
Altimeter : Alat yang berfungsi untuk mengukur ketinggian suatu tempat dari
permukaan laut secara otomatis dengan satuan meter atau feet.
Aluvial : Endapan yang berupa lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh air sungai
lalu diendapkan di dataran rendah, lembah dan cekungan sepanjang
aliran sungai.
Aluvium : Batuan aluvium adalah batuan sedimen yang dibentuk atau diendapkan
oleh sungai-sungai. Batuan ini dapat kita lihat di tepi-tepi sungai atau muara
sungai. Misalnya, pasir dan tanah endapan di tepi sungai.
Analisis : Penguraian atau kupasan suatu hal yang akan dibuktikan secara ilmiah.
Analitis : Menjawab mengapa ditemukan suatu masalah pada wilayah geografis
tertentu.
Analisis Keruangan : Suatu analisis yang mempelajari perbedaan mengenai sifat-sifat penting/
seri sifat-sifat penting fenomena geografi. Ahli geografi akan memikirkan
faktor-faktor apakah yang menguasai pola persebaran dan bagaimanakah
5 Dedi Parianto (T-corp Lab)
pola tersebut dapat diubah agar persebaran menjadi lebih efisien dan lebih
wajar.
Analisis Lokasi : Analisis lokasi dalam geografi menitikberatkan kepada tiga unsur geografi
y aitu jarak (distance), kaitan (interaction), dan gerakan (movement).
Andisols : Tanah yang terbentuk dari debu vulkanik.
Anemometer : Alat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin di suatu tempat
secara otomatis dengan satuan meter per detik.
Angin : Angin adalah udara yang bergerak dari daerah udara bertekanan tinggi
menuju ke daerah udara bertekanan rendah, dari daerah bersuhu rendah
menuju ke daerah bersuhu tinggi.
Angin Anti Siklon : Adalah udara yang bergerak dari suatu daerah sebagai pusat bertekanan
udara tinggi menuju daerah tekanan udara rendah yang mengelilinginya.
Gerakan udara ini terlihat berputar menyebar ke arah daerah bertekanan
udara rendah.
Angin Darat : Angin yang bertiup dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari karena
pada malam hari tekanan udara di darat lebih tinggi daripada tekanan
udara di laut.
Angin Gunung : Udara yang bergerak dari gunung ke lembah dan terjadi pada malam hari.
Angin Khatulistiwa : Angin yang bertiup secara tegak/vertikal di daerah khatulistiwa. Angin
Khatulistiwa dapat terjadi karena pertemuan dua angin pasat yang berasal
dari daerah sutropis utara dan daerah subtropis selatan menuju daerah tropis.
Angin Laut : Angin yang bertiup dari laut ke darat dan terjadi pada siang hari karena
pada siang hari tekanan udara di laut lebih tinggi daripada tekanan
udara di darat.
Angin Lembah : Udara yang bergerak dari lembah ke puncak dan terjadi pada siang hari.
Angin Musim : Angin yang bertiup di
Indonesia berlangsung sekitar akhir bulan September
Barat hingga bulan Maret. Angin ini berasal dari Samudera Hindia (sebelah barat
Pula Sumatera) menuju Benua
Australia. Angin tersebut membawa serta
uap air yang cukup banyak, sehingga pada saat itu di
Indonesia bermusim
hujan.
Angin Musim : Angin yang bertiup di
Indonesia, berangsung sekitar akhir bulan Maret
Timur hingga bulan September. Angin ini berasal dari Benua
Australia menuju
Samudera Hindia, kemudia berbelok ke arah utara. Angin tersebut bersifat
kering, sehingga pada saat itu di
Indonesia bermusim kemarau.
Angin Pasat : Angin yang berasal dari daerah subtropis selatan dan daerah subtropis
utara yang menuju je daerah tropis.
Angin Siklon : Adalah udara yang bergerak dari beberapa daerah bertekanan udara tinggi
menuju titik pusat tekanan rendah. Gerakan udara ini terlihat berputar dari
beberapa daerah bertekanan tinggi yang mengelilingi daerah udara
bertekanan rendah.
Angin Fohn : Angin ini sering ditemukan pada lereng utara pegunungan Alpen. Angin
Fohn adalah angin yang turun dari pegunungan yang bersifat panas dan
kering. Angin ini ditemukan juga di Indonesia, misalnya Angin Kumbang
di Cirebon, Angin Bahorok di Sumatera Utara, Angin Gending di
Probolinggo/Pasuruan, Angin Brubu di Makasar, Angin Wambrau
di Biak,Irian Jaya. Angin Puyuh di Sangir-Talaud. Chinook di U.S.A,
Siroco di Laut Tengah, Zonda di Argentina, dan lain-lain.
Antroposentris : Manusia sebagai pusat perhatian.
Antroposfer : Lapisan manusia yang merupakan sentral diantara lapisan-lapisan lain.
Tema sentral artinya diutamakan dalam kajian.
6  Dedi Parianto (T-corp Lab)
Aphelium : Jarak terjauh planet bumi terhadap matahari.
Apparent : Gerak mundur semu dari planet-planet dijelaskan dengan gerak relatif
Retrograde bumi dan planet-planet yang bergerak di sekitar Matahari dengan
kecepatan sudut berbeda.
Arbitrasi : Bentuk akomodasi yang digunakan oleh pihak-pihak yang sedang
berselisih dalam proses mencari solusinya, tetapi belum mampu mencapai
proses akhir penyelesaian sehingga membutuhkan pihak ketiga yang
memiliki wewenang menjadi media penyelesaian masalah.
Areal : Kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi yang dalam
Differensiation bahasa Indonesia disebut Pendekatan Kompleks Wilayah.
Aridisols : Tanah yang mengandung mineral CaCO3 di daerah yang beriklim kering
dengan pengembangan horizon subsoil.
Asimilasi : Suatu penyesuaian atau penyelarasan proses sosial dalam taraf lanjutan yang
ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan
yang terdapat pada orang-perorangan dua organisasi/badan usaha
atau lebih.(Assimilation).
Aspek Fisik : (Alamiah) Muka bumi meliputi litosfer, biosfer, dan atmosfer.
Atlas : Sekumpulan peta-peta yang dijilid menjadi satu dalam bentuk buku dengan
bahasa, simbol, dan proyeksi umumnya seragam. Tiap lembar peta diberi
kode atau nomor sesuai dengan lembar indeks. Atlas pertama kali dikenal
sekitar abad pertengahan atau sekitar abad ke 15 M.
Atlas Nasional : Atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi geografis dan data yang
terkait pada wilayah negara tertentu.
Atlas Dunia : Atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi tentang keadaan dunia
seutuhnya mencakup benua, samudera, laut, pulau, kepulauan, dan lain-lain.
Atlas Semesta : Atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi tentang keadaan jagad
raya yang ada kaitannya dengan peta langit, rasi bintang, susunan tata surya,
dan lain-lain.
Asteroid : Ribuan anggota tata surya yang sangat kecil (planet-planet kecil) yang bere
volusi mengelilingi matahari.
Astenosfer : Zona di atas mantel bumi, meluas dari dasar litosfer sampai kedalaman
sekitar 250 km di bawah kontinen dan kolam samudera; relatif lembek
dan kemungkinan sebagian cair (molten).
Astronomi : Ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit seperti planet, bintang,
meteor, dsb.
Atmosfer : Lapisan udara, cuaca, dan iklim yang dikaji dalam klimatologi, meteorologi,
dan lain-lain.
Azimuth : Sudut yang diukur dengan derajat menurut perputaran jam mulai dari titik
utara 0° sampai 360°.
7 Dedi Parianto (T-corp Lab)
B
Bakosurtanal : Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional.
Bargaining : Bentuk kerja sama individu dengan individu, atau individu dengan
kelompok dalam melaksanakan tawar-menawar atau perjanjian mengenai
perukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi/badan usaha
atau lebih.
Barometer : Alat yang berfungsi untuk mengukur tekanan udara di suatu tempat secara
Aneroid otomatis dengan satuan milibar (mb).
Basalt : Butiran halus, hitam atau hitam kehijauan, kaya akan besi, magnesium dan
kalsium.
Batuan Ekstrusif : Batuan yang membeku sesudah mencapai permukaan bumi.
Batuan Intrusif : Batuan yang sudah membeku dan terlepas dari dapur magma tetapi
belum sampai ke permukaan bumi.
Batuan Plutonik : Batuan yang membeku di dalam bumi.
Bekken : Lubuk Laut.
Bentang Alam : Pemandangan alam atau daerah dengan aneka ragam bentuk-bentuk
permukaan bumi yang terhampar di atasnya, seperti pegunungan, gunung,
perbukitan, lembah, hutan, daratan dan sebagainya sekaligus terlihat
merupakan suatu kesatuan.
Big Bang : Teori yang menyatakan bahwa terbetuknya alam semesta dari sebuah
ledakan besar.
Basalt : Butiran halus, hitam atau hitam kehijauan, kaya akan besi, magnesium dan
kalsium.
Bintang : Benda angkasa yang mempunyai cahaya sendiri dan terdiri atas gas pijar.
Biosfer : Lapisan makhluk hidup meliputi flora dan fauna yang dikaji dalam biogeo
grafi, dan lain-lain.
Biogeografi : Ilmu yang mempelajari persebaran makhluk hidup dalam lapisan biosfer.
Bom : Batu berbongkah besar.
8 Dedi Parianto (T-corp Lab)
C
Cagar Alam : Kawasan hutan yang dilindungi untuk mempertahankan/melestarikan
jenis flora tertentu agar dapat berkembang baik secara alami.
Chroma : Menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum.
Coal : Batu bara.
Cuaca : Rata-rata kondisi atmosfer pada suatu tempat tertentu dengan waktu yang
relatif singkat.
Curah Hujan : Titik-titk air hasil pengembunan uap air di udara yang jatuh ke bumi.
Curam : Lereng memiliki kemiringan lebih dari 5° dan kurang dari 45°.
9 Dedi Parianto (T-corp Lab)
D
DAS : Daerah Aliran Sungai.
Danau : Daerah cekungan di daratan yang cukup luas san terisi oleh air.
Danau Dolina/Karst : Danau yang terjaid karena pelarutan tanah kapur secara vertikal sampai
pada lapisan yang resisten (kedap air), sehingga terbentuk cekungan yang
terisi air.
Danau Tektonik : Danau yang terbentuk karena pergeseran atau patahan oleh tenaga endogen.
Danau Tekto- : Danau yang tebentuk karena percampuran aktivitas vulkanisme dan
Vulkanik bergeraknya batuan beku ke bawah pada saat proses letusan gunung.
Danau Vulkanik : Danau yang terbentuk karena aktivitas vulkanisme.
Data Spasial : Keterangan atau bahan dasar yang posisinya jelas den dapat digunakan untu
k mengkaji kondisi keruangan (menyeluruh).
Debu : (Endapan) Bagian tanah yang memiliki ciri terasa tidak kasar, masih
berbutir, agak melekat, dan dapat dibentuk bola agak teguh.
Deflasi : Proses pengangkutan satu material dari satu tempat ke tempat lainnya
yang disebabkan karena adanya tenaga angin.
Degradasi : Bentuk ruskanya lingkungan sebagai akibat pengambilan dan pemanfaatan
Lingungan sumber daya alam secara berlebihan.
Delta : Endapan tanah di muara sungai.
Demografis : Tantanan penduduk berdasarkan ilmu kependudukan.
Depresi : Penurunan tanah atau pemerosotan akibat terbentuknya suatu antiklinal
dan sinklinal pada waktu yang sama.
Deskriptif : Membahas secara sederhana lokasi suatu masalah dan popolasinya.
Difusi Ekspansi : (Expansion Diffusion) Suatu proses dimana informasi, material dan
sebagainya menjalar melalui suatu populasi, dari suatu daerah ke daerah
lain.
Difusi Hierarki : (Hierarchic Diffusion) Proses penjalaran atau penyebaran fenomena
dimulai dari tingkat bawah.
Difusi Inovasi : ( Diffusion of Innovation) Proses penjalaran atau penyebaran fenomena
dimulai dari tingkat atas.
Difusi Kaskade : (Cascade Diffusion) Proses penjalaran atau penyebaran fenomena
melalui beberapa tingkat hierarki.
Difusi : (Relocation Diffusion) Proses meninggalkan daerah yang lama dan berpi
Penampungan ndah atau ditampung di daerah baru.
Dishidros : Dinas Hidrologi dan Oseanografi.
Dislokasi : Perubahan posisi terhadap koordinat yang asal.
Diskontinuitas : Diskontinuitas komposisi yang tajam antara lapisan luar (kerak) dan laipsan
Mohorovicic dalam bumi (mantel).
Distribusi : Kegiatan penyaluran barang dari produsen sebagai penghasil barang
menuju konsumen sebagai pengguna barang.
Dittop : Direktorat Topografi.
10 Dedi Parianto (T-corp Lab)
Divergen : Lempeng-lempeng bergerak saling menjauh dan menyebabkan naiknya
material dari mantel bumi dan membentuk lantai samudera yang luas.
Doldrums : Suatu area dengan tekanan atmosferik yang rendah.
Down Welling : Gerakan air ke bawah tanah, biasanya deisebabakan oleh arus yang
konvergen atau akibat
massa air menjadi lebih rapat daripada air lingkungan.
Drainase : Sistem pembuangan air dalam suatu wilayah.
11 Dedi Parianto (T-corp Lab)
E
Efek
Rumah Kaca : Hasil penetrasi radiasi matahari gelombang pendek yang sebagian besar
diserap permukaan bumi, sedangkan radiasi bumi gelombang panjang yang
diemisikan akan diserap oleh uap air dan karbon dioksida untuk pemanasan
atmosfer.
Eflata : Kerikil, pasir, lumpur padat, dan debu.
Entisols : Tanah yang sangat sedikit bahkan tidak mengalami perkembangan
morfologi.
El Nino : Fase panas Samudera Pasifik ekuatorial bagian tengah dan timur.
Elongasi : Sudut yang dibentuk oleh garis semu yang menghubungkan bumi denga
matahari, garis semu yang mehubungkan bumi dengan planet.
Ekinoks : Posisi matahari di ekuator, terjadi dua kali selama revolusi bumi terhadap
matahari yaitu tanggal 21 Maret disebut ekinoks musim semi dan
23 September disebut ekinoks musim gugur untuk Belahan Bumi Utara.
Eksplorasi : Kegiatan lanjutan dari observasi yaitu kegiatan penelitian/
penyelidikan mengenai seberapa banyak barang tambang yang ada sebagai
bahan pertimbangan dalam penambangannya.
Eksosfer : Lapisan udara ddengan ketinggian lebih dari 1000 km dari permukaan
bumi, pada lapisa ini molekul-molekul yang ada dapat meninggalkan bumi
masuk ke laur angkasa, sehingga molekul tersebut dimungkinkan
tidak akan kembali lagi karena pengaruh massa jenisnya yang sangat
kecil sekali.
Eksploitasi : Kegiatan lanjutan dari eksplorasi kegiatan pelaksanaan penambangan
sesuai dengan hasil penelitian, sekaligus menentukan cara/metode yang akan
dilakukan dalam pelaksanaan.
Emigrasi : Perpindahan penduduk atau keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara
lain dengan tujuan untuk menetap.
Episentrum : Tempat pada permukaan bumi tepat di atas hiposentrum sebagai sumber
gempa.
Equator : 0° sebagai lingkar khatulistiwa.
Erosi : Adalah suatu proses dimana tanah dihancurkan (detached) dan kemudian
dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angin, dan gravitasi.
Erosi Alur : (Rill Erosion) Dimulai dengan genangan-genangan kecil setempat-setempat
di suatu lereng, maka bila air dalam genagna tersebut mengalir, terbentuklah
alur-alur bekas aliran tersebut. Alur-alur tersebut mudah dihilangkan
dengan pengolahan tanah biasa.
Erosi Dipercepat : Merupakan erosi yang terjadi lebih cepat akibat aktivitas manusia yang
mengganggu keseimbangan alam. Jumlah tanah yang tererosi lebih banyak
daripada tanah yang terbentuk. Erosi ini berjalan sangat cepat sehingga
tanah dipermukaan menjadi hilang.
Erosi Geologi : Erosi yang berjalan sangat lambat, dimana jumlah tanah yang tererosi
sama dengan jumlah tanah yang terbentuk.
Erosi Gully : (Gully Erosion) Erosi ini merupakan lanjutan dari erosi alur. Karena alur
12 Dedi Parianto (T-corp Lab)
yang terus menerus digerus oleh aliran air terutama daerah-daerah
yang banyak hujan, maka alur-alur tersebut menjadi dalam dan lebar dengan
aliran air yang lebih kuat. Alur-alur tersebut tidak dapat hilang dengan
pengolahan tanah biasa.
Erosi Lembar : (Sheet Erosion) Pemindahan tanah terjadi lembar demi lembar (lapis demi
lapis) mulai dari lapisan yang paling atas. Erosi ini sepintas lalu tidak
terlihat, karena kehilangan lapisan-lapisan tanah seragam, tetapi dapat
berbahaya karena pada suatu saat seluruh top soil akan habis.
Erosi Parit : (Channel Erosion) Parit-parit yang besar sering masih terus mengalir lama
setelah hujan berhenti. Aliran air dalam parit ini dapat mengikis dasar parit
atas dinding-dinding (tebing) parit di bawah permukaan air, sehingga
tebing atasnya dapat runtuh ke dasar parit. Adanya gejala meander dari
suatu aliran dapat meningkatkan pengikisan tebing di tempat-tempat
tertentu.
Erupsi : Proses peletusan gunung berapi yang mengeluarkan bahan-bahan dari
dapur magma.
Evakuasi : Perpindahan penduduk karena gangguan bencana alam atau keamanan.
13 Dedi Parianto (T-corp Lab)
F
Fauna Asiatis : Hewan yang menempati bagian barat
Indonesia. Meliputi Pulau Jawa,
Sumatera,
Kalimantan, sampai Makasar dan Selat Lombok. Jenis
faunanya antara lain harimau, gajah, kera, beruang, dan tapir.
Fauna Australiatis : Hewan yang menempati bagian timur
Indonesia. Meliputi Pulau Irian,
Kepulauan Aru dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis faunanya
antara lain burung cenderawasih, kaswari, dan kanguru.
Fauna Peralihan : Hewan yang berada di bagian Indonesia Tengah. Meliputi Pulau Sulawesi
Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara. Jenis faunanya antara lain,
burung kakatua, burung maleo, ks-kus, babi, rusa, anoa, dan komodo.
Fenomena Geosfer : Peristiwa di bumi yang dapat diamati dan dijelaskan secara ilmiah.
Fisiografis : Gambar perwujudan suatu benda yang berkaitan dengan kondisi alam.
Forensen : Orang-orang yang tinggal di desa akan tetapi bekerja di
kota, setiap
hari nglaju (pulang pergi).
Formulasi : Perumusan atau susunan beberapa materi yang bersifat penyederhanaan.
Fotografis : Pengetahuan atau teknik pengambilan gambar dengan potret atau gambar
foto.
14 Dedi Parianto (T-corp Lab)
G
Gada-gada : Kantong angin.
Galaksi : Kumpulan sejumlah bintang besar, bintang dalam kesatuan akibat gravitasi
mutual.
Galaksi : Sistem kumpulan bintang yang sekarang dikenal sebagai tipe utama
Bimasakti struktur alam semesta. Matahari termasuk dalam galaksi ini.
Galaksi Spiral : (Spiral Galaxis) Sekitar 80% galaksi yang sudah dikenal berbentuk spiral.
Galaksi ini merupakan galaksi berstruktur paling sempurna, yang terdiri
dari tiga bagian, yaitu titik pusat, lingkaran bintang, dan tumpuk bintang
yang selalu berputar mengelilingi titik pusat secara ekuatorial.
Contohnya adalah Galaksi Andromeda dan M.109.
Galaksi Elips : (Alliptical Galaxis) Galaksi ini meliputi 17% dari semua galaksi dan
terlihat seperti bola lonjong besar yang bersinar.
Contohnya adalah Galaksi Skulpter, Formaks, dan NGC.
Galaksi Tak : (Irregular Galaxis) Galaksi ini terlihat seperti gumpalan kabut atau
Beraturan onggokan bintang yang tidak beraturan. Contohnya Galaksi Magellan
yang terdiri dari Magellan Bersar dan Magellan Kecil.
Gambut : Tanah yang berasal dari bahan organik yang terbentuk karena genangan air
sehingga peredaran udara di dalamnya sangat kurang.
Garis Astronomis : Garis lintang dan garis bujur yang ada dalam peta dan globe.
Garis Lintang : Garis khayal pada permukaan bumi yang melintang dan melingkar secara
horizontal.
Garis Wallacea : Garis khayal seolah-olah membatasi lingkungan hidup fauna
Indonesia
Barat (Asiatis) dengan Indonesia Tengah.
Garis Weber : Garis khayal seolah-olah membatasi lingkungan hidup fauna
Indonesia
Tengah dengan Indonesia Timur (Australiatis).
Gelisols : Tanah yang berada pada iklim dingin mengandung tanah beku sampai
kedalaman 2 m dari permukaan bumi.
Gelombang Panjang: Gelombang yang merambat melalui permukaan bumi dengan kecepatan
3 – 4 km/detik. Gelombang ini berasal dari episentrum. Gelombang
inilah yang banyak menimbulkan kerusakan di permukaan bumi.
Gelombang Primer : (Gelombang Longitudinal) Adalah gelombang atau getaran yang merambat
di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7 – 14 km/detik.
Gelombang Seismik : Gelombang gempa bumi yang dipancarkan dari sumber gempa.
Gelombang : (Gelombang Transversal) Adalah gelombang atau getaran yang merambat
Sekunder , seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang
yakni 4-7 km/detik.
Gempa Bumi : Getaran atau pergerakan lapisan bumi oleh tenaga dari dalam bumi
yang dapat berupa gempa vulkanik, tektonik, dan gempa runtuhan.
Geodesi : Ilmu bumi yang berkaitan dengan pengukuran tanah.
Geografi : Ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan
sudut pandang kewilayahan atau lingkungan dalam konteks keruangan.
15 Dedi Parianto (T-corp Lab)
Geografi Fisik : Mempelajari aspek fisik, seperti lapisan makhluk hidup, lapisan air,
dan lapisan udara.
Geologi : Pengetahuan alam yang mempelajari segala gejala yang terdapat di muka
bumi dan di dalam bumi.
Gletser : Bongkahan atau lapisan es yang luas di pegunungan tinggi atau di daerah
lintang tinggi yang mencair.
Gliptogenesa : Proses penghancuran atau pemerataan kembali gunung-gunung atau
pegunungan.
Globe : Model tiruan bola bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk bumi,
sehingga mendekati bentuk tang sebenarnya.
Global Regional : Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu
atau lokasi di atas bumi.
GMT : Greenwich Mean Time.
Gondwana : Daratan yang merupakan pecahan pangea di sebelah selatan.
Graben : Bentuk pengangkatan yang mengalami penurunan ke bawah.
Gradien : Bahwa pada setiap naik 1.000 meter di muka bumi daerah tropis,
Geotermis temperatur udaranya akan turun 6° C.
Grumosol : Tanah yang terbentuk dari batuan kapur dan batuan gunung api.
Gunung Laut : Gunung yang dasarnya terletak di dasar laut, baik yang menjulang di atas
permukaan laut atau tidak.
16 Dedi Parianto (T-corp Lab)
H
Heliosentris : Sistem tata surya di mana matahari sebagai pusatnya.
Hidrosfer : Lapisan air meliputi perairan di darat maupun di laut yang dikaji dalam
hidrologi, oseanografi, dan lain-lain.
Hidrologi : Cabang Ilmu Geografi yang mempelajari tentang lapisan air
meliputi perairan di darat maupun di laut.
Higrometer : Alat yang berfungsi untuk mengukur kelembaban nisbi di suatu tempat
secara otomatis atau dapat mencatat sendiri dengan satuan persen (%).
Hiposentrum : Fokus atau sumber gempa bumi.
Hipotesis : Pengembangan teori pembentukan tata surya yang berpendapat bahwa
Kondensasi bulan dan bumi terbentuk oleh pertambahan da kondensasi gas dan debu pur
ba dari tata surya.
Histosols : Tanah organik.
Horst : Bentuk patahan yang mengalami pengangkatan ke atas.
Hue : Warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombang.
Hujan : Peristiwa turunnya titik air dari udara karena mengalami pengembunan.
Hujan Asam : Hujan yang menunjukkan kondisi airnya berada pada tingkat keasaman
yang tinggi.
Hujan Frontal : Hujan yang terjadi karena pertemuan dua
massa udara yang berbeda
temperaturnya, yaitu
massa udara panas dengan massa udara dingin.
Pertemuan dua
massa udara tersebut mengakibatkan massa udara panas
yang bermuatan air cukup banyak akan naik ke atas
massa udara dingin
,                                kemudian terjadi pengembunan dan akhirnya turun menjadi hujan.
Hujan Orografis : Hujan yang terjadi di lereng-lereng pegunungan.
Hujan Zenithal : Hujan yang disebabkan oleh naiknya air ke angkasa secara tegak, kemudian
mengalami kondensasi karean pendinginan temperatur lalu turun menjadi
hujan.
Hutan Bakau : Hutan yang memiliki pohon-pohon yang mempunyai akar menjulang
di atas permukaan air laut pada waktu air laut surut dan terendam pada
waktu air laut pasang.
Hutan Hujan Tropis : Hutan rimba yang lebat terletak di sekitar daerah tropis atau daerah yang
mengalami hujan sepanjang tahun.
Hutan Musim : Disebut juga hutan homogen, karena hanya terdiri dari satu jenis pohon.
17 Dedi Parianto (T-corp Lab)
I
Iklim : Keadaan rata-rata cuaca dari suatu wilayah yang luas dan diperhitungkan
dalam jangka waktu yang lama, antara 30 – 100 tahun.
Iklim Darat : Iklim suatu tempat yang dipengaruhi atau selalu dilewati oleh angin kering
dari daratan yang sangat luas.
Iklim Fisik : Iklim suatu wilayah yang dipengaruhi oleh laut luas atau daratan luas.
Iklim Hujan Tropis : Meliputi beberapa daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi.
Iklim Laut : Iklim suatu tempat yang dipengaruhi oleh angin laut.
Iklim Laut Basah : Iklim pada daerah dingin, terutama daerah pantai.
Iklim Matahari : Iklim suatu wilayah berdasarkan garis lintang atau posisi penyinaran
matahari terhadap bumi.
Iklim Pegunungan : Iklim yang terdapat di daerah pegunungan dengan ketinggian yang ideal
dan kondisi hutannya masih luas. Ciri-ciri iklim pegunungan adalah
berudara sejuk.
Iklim Sabana : Iklim pada daerah
padang rumput yang kering.
Iklim Salju Abadi : Iklim pada daerah bersuhu sangat rendah yang mengakibatkan daerah
tersebut tertutupi salju yang sangat tebal.
Iklim Ugahari : Iklim pegunungan yang bersifat ekstrim artinya pada siang hari suhunya
udara terasa sangat panas, tetapi pada malam hari suhu udara terasa sangat
dingin.
Ilmu Wilayah : Ilmu yang berisi tentang pengetahuan bagaimana dimensi keruangan
berperan penting, seperti ekonomi regional, pegelolaan sumber daya,
teori lokasi, perencanaan kota dan wilayah, transportasi dan komunikasi,
geografi manusia, persebaran populasi, ekologi muka bumi, dan
kualitas lingkungan.Ilmu ini muncul sekitar tahun 1950-an dipimpin oleh
Walter Isard.
Impermeable : Sifat suatu benda yang tidak bisa ditembusi air.
Imigrasi : Masuknya penduduk dari negara lain menuju ke suatu negara dengan
tujuan untuk menetap.
Indeks : Bagian yang tecantum pada bagian atlas yang dimaksudkan untuk
memudahkan dalam mencari letak suatu objek.
Inceptisols : Tanah dengan horizon subpermukaan yang kurang berkembang.
Infiltrasi : Peristiwa peresapan ke dalam tanah.
Ingresi : Bagian laut yang menjadi semakin dalam karena pencairan es pada
kutub bumi.
Inset Peta : Peta kecil yang ditempatkan pada posisi yang sesuai dalam peta utama
dengan diberi arsir atau warna lain yang menunjukkan lokasi daerah yang
dipetakan.
Insolasi : Dipengaruhi lamanya siang, yaitu panjang waktu dari matahari terbit sampai
matahari terbenam, oleh lintang geografis dan letak tempat. Bertambahnya
lintang suatu tempat menyebabkan sudut jatuh dan intensitas insolasi
menjadi berkurang.
Interpretasi : Penafsiran suatu foto udara atau citra satelit untuk dibuat kesimpulan
18 Dedi Parianto (T-corp Lab)
kenampakannya.
Ionosfer : Lapisan udara yang tingginya sekitar 60 – 1000 km.
IUGG : International Union of Geodesy and Geosphysic.
19 Dedi Parianto (T-corp Lab)
J
Jari-Jari Polar : 6.357 km atau 3.951 mil
Jari-Jari Ekuator : 6.371 km atau 3.960 mil
Jarak Absolut : Jarak sesungguhnya, yang ditarik lurus antar dua titik.
Jarak Realtif : Jarak yang didasarkan atas pertimbangan waktu, kemudahan transportasi,
dan sebagainya.
Joint-venture : Bentuk kerja sama individu dengan individu, atau individu dengan
kelompok dalam bidang pengusahaan dan proyek-proyek tertentu.
20 Dedi Parianto (T-corp Lab)
K
Kartografi : Merupakan kajian dalam cabang ilmu teknih geografi yang mempelajari
tentang representasi permukaan bumi dengan simbol abstrak.
Karst : Daerah batu kapur.
Kelembaban : Angka yang menunjukkan berapa gram uap air yang terkandung dalam
Absolut setiap 1 meter kubik udara.
Kelembaban Nisbi : Perbandingan jumlah uap air yang ada di udara dengan jumlah maksimun
uap air yang dapat dikandung udara pada temperatur yang sama dan
dinyatakan dengan persen (%).
Kelembaban Udara : Keadaan seberapa banyaknya kandungan uap air yang ada di dalam udara.
Keluarga Inti : Kelompok sosial terdiri atas suami(ayah), istri (ibu), dan ank-anaknya
yang belum menikah.
Kepadatan : Perbandingan antara penduduk yang mempunyai aktivitas di sektor
Penduduk pertanian dengan luas tanah (daerah) yang dapat diolah untuk pertanian.
Agaris
Kepadatan : Perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas seluruh wilayah
Penduduk dalam setiap km persegi.
Aritmatik
Kerak Bumi : Bagian paling luar dari kulit bumi dengan ketebalan 0-40 km dan
merupakan
massa heterogen yang terdiri dari berbegai macam batuan.
Kerukunan : Bentuk kerja sama individu dengan individu, atau individu dengan
kelompok dalam lingkungan hidup bermasyarakat.
Khatulistiwa : Garis lintang 0° berada di tengah-tengah bumi, membagi bumi menjadi dua
yaitu utara dan selatan.
Klimatologi : Ilmu yang mempelajari tentang iklim.
Koalisi : Bentuk kerja sama individu dengan individu, atau individu dengan
kelompok dalam bentuk kombinasi atau gabungan antara dua
organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
Komoditas : Barang yang diperdagangkan.
Kompromi : Bentuk akomodasi yang digunakan oleh beberapa kelompok
masyarakat yang saling memiliki pengertian akan kepentingan pihak lain.
Kondensasi : Proses berubahnya uap air menjadi titik-titik air.
Konsep : Pengertian-pengertian yang menunjuk pada sesuatu.
Konsep Esential : Konsep pada ilmu geografi yang meliputi konsep lokasi, jarak,
keterjangkauan, pola, morfologi, aglomerasi, niai kegunaan, interaksi
dan interpedensi, diferensiasi area, serta keruangan.
Konservasi : Upaya pemeliharan atau pengawetan kawasan hutan.
Konteks Keruangan : Sesuatu yang ada hubungannya dengan tata ruang suatu wilayah.
Konvergen : Lempeng-Lempeng bergerak saling mendekat yang menyebabkan salah
satu dari lempeng tersebut masuk ke dalam mantel bumi dan berada
21 Dedi Parianto (T-corp Lab)
di bawah lempeng lainnya.
Konvensional : Suatu keputusan yang dapat diterima secara umum.
Korosi : Proses benturan atau gesekan material yang tertiup angin terhadap satu bukit
yang dilaluinya.
Kubah (domes) : Tonjolan berupa kubah yang terjadi karena tenaga endogen yang bergerak
secara vertikal.
Kulminasi : Titik-titik tertentu.
22 Dedi Parianto (T-corp Lab)
L
La Nina : Fase dingin Samudera Pasifik ekuatorail bagian tengah dan timur
. La Nina adalah kondisi kebalikan dari El Nino.
Laguna : Bagian laut dangkal di tengah atol atau suatu bagian laut dangkal yang
terkandung pasir atau batu karang.
Landas Kontinen : Bagian dasar laut paling tepi.
Landai : Lereng memiliki kemiringan sampai 5°.
Lapili : Batu kecil.
Laterit : Tanah merah atau kekuning-kuningan dan miskin akan unsur hara dan tidak
subur.
Lauratia : Daratan yang merupakan pecahan pangea di sebelah utara.
Laut : Perairan di muka bumi menghubungkan antar pulau.
Laut Pedalaman : Laut yang terlatak di tengah-tengah benua.
Laut Tengah : Laut yang terletak diantara dua benua atau lebih.
Laut Tepi : Laut yang terletak di tepi benua.
Lava : Bahan cai berupa lumpur cair, dan debu bercampur air, beberapa material
cair ini disebut juga effusia.
Legenda Peta : Keterangan yang diperlukan peta pada umumnya menyajikan keterangan
simbol, tanda atau singkatan yang digunakan dalam peta.
Letak Astronomis : Letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujur (koordinat).
Letak Geografis : Letak suatu tempat berdasarkan daerah sekitar yang membatasinya.
Letak Geologis : Letak suatu tempat dilihat dari kondisi lapisan dan umur batuan atau
lapisan bumi.
Liat : Bagian tanah yang terasa berat, halus, dan sangat lekat, serta
agak sulit mengalirkan air (tidak porous/impermeable).
Lingkungan Alam : Suatu daerah atau kawasan dengan keadaan sekitarnya yang mempengaruhi
perkembangan dan tingkah laku biofisik.
Lingkungan Sosial : Lingkungan antar manusia atau antar kelompok mulai dari keluarga, tetangg
a, kampung, desa,
kota, provinsi, negara dan dunia yang secara langsung
atau tidak langsung mempengaruhi individu termasuk di dalamnya segala
norma, aturan, adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat tertentu.
Limestone : Batu kapur.
Litogenesa : Proses pembentukan batuan sedimen yang diendapkan di lembah-lembah
atau dataran rendah.
Litosfer : Lapisan batu-batuan yang dikaji dalam geologi, geomorfologi, petrografi,
dan lain-lain.
Litosol : Tanah berbetu-batu yang terbentuk karena pelapukan batuan yang belum
sempurna sehingga sukar ditanami atau kandungan unsur haranya sangat
rendah.
Lokasi Absolut : Menunjukkan letak yang tetap terhadap sistem grid (jaring)
atau sistem koordinat. Lokasi absolut sering dikenal dengan sebutan
(Letak Astronomis).
Lokasi Relatif : Lokasi yang dipengaruhi daerah sekitarnya.
23 Dedi Parianto (T-corp Lab)
Lokasi relatif sering dikenal dengan sebutan (Letak Geografis).
Lubuk Laut : Dasar laut yang bentuknya cekung.
24 Dedi Parianto (T-corp Lab)
M
Maar : Gunung api berbentuk corong.
Magma : Bahan organik atau mineral yang memadat dan mengeras membentuk
batuan beku. Material batuan yang bersifat mudah bergerak, dibagkitkan
dari dalam bumi yang dapat menjadi batuan yang memadat.
Magnitudo : Ukuran kilapan sebuah bintang.
Mediasi : Bentuk akomodasi yang digunakan oleh pihak-pihak yang sedang bersilisih
dalam proses mencari solusinya, tetapi belum mampu mencapai proses
akhir penyelesaian sehingga membutuhkan pihak ketiga.
Meander : Bentuk sungai yang berkelok-kelok.
Mergel : Tanah yang mengandung berbagai macam batuan karena proses penghancur
oleh air hujan yang tidak sempurna.
Metamorf : Batuan malihan.
Meteor : Kadang-kadang disebut bintang jatuh, yang ditandai gerakan cahaya kilap
dan terjadi bila sebuah meteorid masuk ke dalam atmosfer bumi dan
terbakar oleh gesekan dengan partikel-partikel atmosfer.
Meteorit : Nama yang diberikan untuk sebuah meteor yang bertahan setelah melalui
atmosfer bumi dan jatuh ke permukaan bumi. Meteorit tersusun oleh
besi, batu dan besi berbatu (stony-irons).
Metode : Suatu langkah atau cara berdasarkan teknik tertentu.
Meredian : Garis bujur pada permukaan bumi tiruan.
27
Massa Bumi : 5,98 x 10 gram.
Mollisols : Tanah di dataran berumput dengan high base status.
Musim Dingin : Musim yang berlangsung 22 Desember – 21 Maret di Belahan Bumi Utara
, dan 21 Juni – 23 September di Belahan Bumi Selatan.
Musim Gugur : Musm yang berlangsung 23 September – 22 Desember di Belahan Bumi
Utara, dan 21 Maret – 21 Juni di Belahan Bumi Selatan.
Musim Panas : Musim yang berlangsung 21 Juni – 23 September di Belahan Bumi Utara,
dan 22 Desember – 21 Maret di Belahan Bumi Selatan.
Musim Semi : Musim yang berlangsung 21 Maret – 21 Juni di Belahan Bumi Utara,
dan 23 September – 22 Desember di Belahan Bumi Selatan.
25 Dedi Parianto (T-corp Lab)
N
Navigasi : Sistem mengatur lalu-lintas laut dan lalu-lintas udara.
Nautical Term : Istilah-istilah yang digunakan dalam pelayaran.
26 Dedi Parianto (T-corp Lab)
O
Objek Formal : Metode atau pendekatan pengkajia, yang terdiri dari beberpa aspek, yaitu
keruangan, lingkungan, kewilayahan, dan waktu.
Objek Material : Berkaitan dengan isi atau bahan kajian, seperti atmosfer, litosfer, hidrosfer,
biosfer, dan antroposfer.
Ombrometer : Alat pengukur banyaknya curah hujan.
Orientasi Peta : Petunjuk arah pada peta yang menunjukkan arah utara dengan posisi
mengarah ke atas.
Orogenesa : Proses terbentuknya gunung dan pegunungan atau pengangkatan
lapisan bumi ke permukaan.
Oxisols : Tanah dari hasil pelapukan batuan di daerah beriklim tropis dan subtropis.
27 Dedi Parianto (T-corp Lab)
P
Paleoklimatik : Ikim pada zaman purba.
Palung Laut : Dasar laut yang curam.
Pantai : Suatu tempat bertemunya antara air laut dengan daratan.
Paparan : Dataran yang terhampar pada tepi benua.
Paparan Benua : Laut dangkal yang melandai dengan kedalaman rata-rata 200 meter dan
terletak di psepanjang pantai suatu benua atau di tepi keliling benua.
Paparan Sahul : Wilayah laut
Indonesia bagian timur meliputi Laut Aru dan Laut Arafuru.
Paparan Sunda : Wilayah laut Indonesia bagian barat meliputi Selat Malaka, Laut Cina
Selatan, Selat Karimata, Selat Sunda, dan Laut Jawa.
Parameter : Ukuran untuk mengukur suatu keadaan secara relatif.
Pasir : Bagian tanah yang memiliki ciri terasa kasar jika dipegang, berbutir, tidak
lengket, dan tidak bisa dibentuk bola atau gulungan, serta dapat
mengalirkan air (porous/permeabel).
Patahan (fault) : Retakan-retakan yang terjadi karena tenaga endogen yang bergerak secara
horizontal atau lateral yang mengakibatkan lipatan-lipatan di bumi.
Patahan Transform : Lempeng-lempeng bergerak saling bergesekan tanpa menyebabkan adanya
penghancuran pada litosfer.
Pembangunan : Transformasi suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern yang
produktif.
Pendapatan : Pendapatan rata-rata setiap penduduk dalam waktu satu tahun.
Per Kapita
Pendidikan : Usaha mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di
luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
Permeabel : Sifat sesuatu benda yang bisa ditembusi oleh air.
Permukaan Bumi : 510 juta km persegi.
Perihelium : Kedudukan saat bumi terdekat dngan matahari.
Peta : Gambaran konvensional permukaan bumi atau benda angkasa, baik
meliputi perwujudan letak, maupun data yang ada kaitannya seperti
tampaknya bila dilihat dari atas, dan diperkecil dengan menggunakan
skala tertentu dan dinyatakan dengan simbol-simbol tertentu.
Peta Dasar : Peta sebagai hasil survei permulaan dari geodesi.
Peta Digital : Peta yang ditampilkan melalui tampilan komputer, biasanya berupa
perangkat lunak/software.
Peta Dinamik : Peta yang menggambarkan gerakan suatu data, yang umumnya berupa
simbol garis dan panah.
Peta Iklim : Peta yang menunjukkan pembagian iklim pada beberapa wilayah tertentu.
Peta Planimetri : Peta yang dibuat dalam bidang datar/dua dimensi.
Peta Tematik : Peta yang menampilkan tema tertentu atau khusus.
Peta Topografi : Peta berskala besar yang menggambarkan kenampakan umum permukaan
bumi secara detail.
Peta Statistik : Peta yang menggambarkan penyebaran jenis data tanpa memperhitungkan
28 Dedi Parianto (T-corp Lab)
Kualitatif jumlah data
Peta Statistik : Peta yang menggambarkan penyebaran jenis data sekaligus memperhitung
Kuantitatif
kan besaran data.
Peta Stereometri : Peta timbul/ peta tiga dimensi.
Persec : Satuan ukuran jarak yang lebih besar.
Paralaks bintang yang besarnya 1 detik busur (1/3.600 derajat).
PH Tester : Alat yang berfungsi untuk mengukur PH air hujan di suatu tempat
dengan satuan derajat keasaman.
Planet Dalam : Planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih pendek dari jarak
rata-rata Bumi-Matahari. Terdiri dari Merkurius dan Venus.
Planet Inferior : Planet bermassa kecil. Terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Planet Luar : Planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih panjang dari jarak
rata-rata Bumi-Matahari. Terdiri dari Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus
, dan Neptunus.
Planet
Superior : Palnet bermassa besar. Terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Premeval : Debu purba yang berasal dari matahari.
Presipitasi : Peristiwa pengembunan.
Prinsip Deskripsi : Penjelasan lebih lanjut mengenai gejala-gejala yang diselidiki/dipelajari.
Prinsip Interelasi : Suatu hubungan saling terkait dalam ruang antara gejala yang satu dengan
gejala yang lain.
Prinsip Korologi : Gejala, fakta, maupun masalah geografi di suatu tempat yang ditinjau dari
sabarannya, interelasinya, intreraksinya, dan integrasi dalam ruang.
Prinsip Penyebaran : Suatu gejala dan fakta yang tersebar tidak merata di permukaan bumi,
yaitu meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia.
Punggung Laut : Punggung pegunungan di dasar laut.
Pussurta : Pusat Survei Pemetaan.
Pyroklastik : Batuan yang berasal dari erupsi gunung berapi yang keluar berbentuk
debu halus, kemudian terbentuklah endapan berlapis-lapis.
29 Dedi Parianto (T-corp Lab)
Q,R
Rawa : Daratan yang selalu tergenang air sebagai akibat permukaan tanah lebih
rendah dari air tanah permukaan dan sistem pembuangan airnya
kurang semurna.
Regosol : Tanah yang berasal dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir
kasar. Terbentuknya tanah regosol berasal dari materi gunung berapi atau
dapat juga berasal dari endapan pasir di pantai.
Relief : Tinggi rendahnya permukaan bumi di suatu wilayah.
Rotasi Bumi : Perputaran bumi pada porosnya.
Revolusi Bumi : Peredaran bumi mengelilingi matahari pada suatu bidang orbit yang disebut
ekliptika.
30 Dedi Parianto (T-corp Lab)
S
Saban : Daerah
padang rumput yang luas dengan diselingi adanya pohon-pohon
/semak-semak disekitarnya.
Samudera : Hamparan perairan di muka bumi yang sangat luas yang menghubungkan
benua yang satu dengan benua yang lainnya.
Satuan Astronomi : (Astronomical Unit) (AU) Satu satuan astronomi adalah satu kali jarak
(SA) Bumi-Matahari (150 juta km). Satuan ukuran itu digunakan untuk
menentukan jarak benda-benda di sekitar tata surya.
Satuan Kecepatan : Dalam tiap saru detik, cahaya dapat merambat dengan kecepatan
Cahaya 300.000 km.
SDA : Sumber Daya Alam.
SDM : Sumber Daya Manusia.
Sedimen Tuff : Bahan-bahan erosi yang telah diendapkan secara berlapis-lapis.
Seisme : Getaran-getaran tanah yang disebabkan oleh gelombang seismik
yang dipancarkan oleh sumber gempa.
Selat : Laut sempit yang terletak di antara dua pulau.
Shelf : Paparan benua.
SIG : Sistem Informasi Geografis.
Simbol : Lambang yang digunakan untuk keterangan peta.
Simbol Kualitatif : Simbol pada peta yang tidak mencerminkan jumlah atau angka-angka
atau volume.
Simbol Kuntitatif : Simbol pada peta yang memuat unsur nilai atau angka atau jumlah
sesuatu yang ditampilkan.
Sirkum : Jalur pegunungan/gunung api.
Sistematis : Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian
dibahas secara detail.
Skala : Ukuran atau perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya.
Skala Nominal : Skala yang ditunjukkan dengan angka.
Skala Besar : berskala < 1 : 5.000 – 1 : 250.000.
Skala Sedang : berskala < 1 : 250.000 – 1 : 500.000.
Skala Kecil : berskala < 1 : 500.000 – 1 : 1.000.000.
Skala Tinjau : berskala < 1 : 1.000.000.
Slenk : Bentuk pengangkatan yang mengalami penurunan ke bawah.
Spheroid : Bumi berbentuk dempak, yaitu berbentuk bola namun sedikit rata pada
kutubnya.
Spodosols : Tanah hutan yang asam merupakan akumulasi metal humus yang kompleks.
Soltis : Kedudukan matahari pada 23,5° LU terjadi pada tanggal 22 Juni, disebut
soltis musim panas atau pada 23,5° LS terjadi pada 22 Desember, disebut
soltis musim dingin untuk Belahan Bumi Utara.
Stalagmit : Batuan berbentuk kerucut yang berdiri tegak di gua batu kapur.
Stalagtit : Batuan berbentuk gigi sisir atau paku tergantung pada atap gua kapur.
Stratosfer : Lapisan udara yang tingginya sekitar 18 – 60 km.
Stepa :
Padang rumput.
31 Dedi Parianto (T-corp Lab)
Suhu Udara : Panas atau dinginnya udara di suatu tempat pada waktu tertentu.
Sungai Episodik : Sungai yang airnya banyak pada musim hujan, tetapi kering pada musim
kemarau.
Sungai Konsekuen : Sungai yang arah alirannya sesuai dengan arah kemiringan lereng daratan.
Sungai Hujan : Sungai yang airnya berasal dari air hujan.
Sungai Salju : Sungai yang airnya berasal dari gletser.
Sumber Peta : Sumber pembuatan peta.
Sungai Obsekuen : Anak sungai subsekuen yang arah alirannya berlawanan dengan sungai
konsekuen.
Sungai Periodik : Sungai yang airnya banyak pada musim hujan, tetapi airnya sedikit pada
musim kemarau.
Sungai Resekuen : Anak sungai subsekuen yang arah alirannya sejajar dengan sungai
konsekuen.
Sungai Subsekuen : Anak sungai konsekuen yang arah alirannya tegak lurus dengan sungai
konsekuen.
32 Dedi Parianto (T-corp Lab)
T
Tablet Peta : Peta kuno peninggalan bangsa Mesir yang berbentuk lempengan.
Tanah : Suatu benda alami heterogen yang terdiri atas kompenen-komponen
padat, cair, dan gas yang mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik.
Tekstur Tanah : Menunjukkan kasar halusnya tanah.
Teluk : Laut yang menjorok ke daratan.
Terjal : Lereng dengan kemiringan lebih dari 45° dan kurang dari 75°.
Termometer : Alat yang digunakan untuk mengukur suhu udara pada suatu tempat
tertentu dalam satuan waktu tertentu dan menngunakan satuan ukur
derajat.
Termometer : Berfungsi untuk mengukur kelembaban nisbi udara di suatu tempat
Bola Basah- dan waktu tertentu yang dinyatakan dengan persen (%).
Bola Kering
Termometer : Termometer yang berfungsi untuk mengukur suhu udara yang memiliki
Dinding kemampuan ukur antara -18° C sampai dengan 50° C.
Termometer : Termometer yang berfungsi untuk mengukur suhu udara terendah dan
Maksimum – tertinggi pada suatu tempat dengan satuan derajat.
Minimum
Tektonisme : Peristiwa pergerakan lempeng-lempeng lapisan tanah.
Tenaga Eksogen : Tenaga pembentuk permukaan bumi yang berasal dari luar bumi.
Contohnya : pelapukan, erosi, dan sedimentasi.
Tenaga Endogen : Tenaga pembentuk permukaan bumi yang berasal dari dalam bumi.
Contohnya : tektonisme, vulkanisme, dan seisme.
Teori Difusi : Teori difusi mencoba menelaah penjalaran atau pemekaran fenomena
dalam ruang dan dimensi waktu tertentu.
Toponimi : Menentukan letak dan nama.
Top Soil : Permukaan tanah paling atas.
Transgresi : Bagian laut yang pada asalnya daratan dan menjadi laut karena pencairan
es pada kutub bumi.
Travertin : Batu gamping yang terbentuk dari proses dan pengendapan secara kimia.
Trench : Palung laut.
Tropic of Cancer : 23 ½ ° sebagai garis balik utara.
Tropic of Capricorn : 23 ½ ° sebagai garis balik selatan.
Troposfer : Lapisan udara paling dekat dengan permukaan bumi, tingginya
sekitar 9-18km dari permukaan bumi.
33 Dedi Parianto (T-corp Lab)
34 Dedi Parianto (T-corp Lab)
U
Udara : Benda gas yang menyelubungi bumi dengan ketinggian tertentu, tidak
berwarna, tidak berbau, tidka dapat dilihat dan tidak dapat dirasakan
, kecuali dalam keadaan bergerak (angin).
Up Welling : Suatu proses di mana air dari bagian bawah sampai ke atas, biasanya
disebabkan oleh arus divergen atau arus lepas pantai.
Ultisols : Tanah yang telah tercuci dengan zona subsoil yang terdiri dari akumulasi
lempung dan > 35% base saturation.
Urbanisasi : Perpindahan penduduk dari daerah perdesaan ke daerah perkotaan.
35 Dedi Parianto (T-corp Lab)
V
Vertisols : Tanah berlempung yang memiliki kemampuan untuk menyusut di musim
kering dan memuai di musim basah/lembab.
Vulkanisme : Gejala-gejala yang timbul akibat aktifitas gunung berapi.
W
Wisatawan
: Seseorang yang melakukan wisata dengan menikmati perjalanan dari suatu
kunjungan.
Wind Vane : Baling-baling angin.
Wladimir Köppen : Seorang ahli klimatologi dari
Austria, membagi iklim di muka bumi atas
dasar rata-rata suhu udara dan curah hujan bulanan atau tahunan.
36 Dedi Parianto (T-corp Lab)
X,Y,Z
ZEE : Zona Ekonomi Ekslusif, adalah laut sejauh 200 mil ke arah laut bebas
diukur dari garis dasar lurus (pulau terluar).
Zona Abisal : Bagian laut dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter.
Zona Batial : Bagian laut dengan kedalaman 200 meter sampai 2.000 meter.
Zona Litoral : Bagian laut terdapat di pantai antara air laut pasang naik dan
air laut pasang surut.
Zona Neritik : Bagian laut yang dangkal sampai kedalaman 200 meter.


SUMBER: http://www.cakra-buana21.blogspot.com